Total Tayangan Halaman

Kamis, 02 Februari 2012

ILMU ALAMIAH DASAR

Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

A.  MANUSIA YANG BERSIFAT UNIK Ciri-ciri manusia
a.   Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otaknya
b.   Mengadakan metabolisme atau pertukaran zat, (ada yang masuk dan keluar)
c.   Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar d.   Memiliki potensi untuk berkembang biak
e.   Tumbuh dan bergerak
f.   Berinteraksi dengan lingkungannnya
g.   Sampai pada saatnya mengalami kematiian

Manusia adalah makhluk yang lemah dibanding makhluk lain namun dengan akal     budinya           dan           kemauannya              yang    sangat    kuat    maka    manusia     dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat hidup dengan lebih baik lagi. Akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat itulah sifat unik dari manusia.

B.  KURIOSITAS ATAU RASA INGIN TAHU DAN AKAL BUDI
Rasa ingin tahu makhluk lain lebih didasarkan oleh naluri (instinct) /idle curiosity naluri ini didasarkan pada upaya mempertahankan kelestaraian hidup dan sifatnya tetap sepanjang zaman. Manusia juga mempunyai naluri seperti tumbuhan dan hewan tetapi ia mempunyai akal budi yang terus berkembang serta rasa ingin tahu yang tidak terpuaskan.
Sesuatu masalah yang telah dapat dipecahkan maka akan timbul masalah lain yang menunggu pemecahannya, manusia setelah tahu apanya maka ingin tahu bagimana dan mengapa.
Contoh : tempat tinggal manusia purba sampai manusia modern, contoh lain seperti penyakit setelah ditemukan obat suatu penyakit ada penyakit lain lagi yang dicoba untuk dicari obatnya (HIV AIDS)

C.  PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA
Manusia yang mempunyai rasa ingin tahu terhadap rahasia alam mencoba menjawab dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering upaya itu tidak terjawab secara memuaskan. Pada manusia kuno untuk memuaskan  mereka  menjawab  sendiri.  Misalnya  kenapa  ada  pelangi  mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau kenapa gunung meletus jawabannya karena yang berkuasa marah. Dari hal ini timbulnya pengetahuan tentang bidadari dan sesuatu yang berkuasa. Pengetahuan baru itu muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos. Cerita-cerita mitos disebut

legenda.  Mitos  dapat  diterima  karena  keterbatasan  penginderaan,  penalaran,  dan hasrat ingin tahu yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman, maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode ilmiah.

Puncak pemikiran mitos  adalah pada zaman Babilonia  yati kira-kira 700-600
SM. Orang Babilonia berpendapat  bahwa alam semesta  itu sebagai ruangan setengah bola  dengan  bumi  yang  datar  sebagai  lantainya  dan  langit  dan  bintang-bintang sebagai atapnya. Namun yang menakjubkan mereka telah mengenal bidang ekleptika sebagai bidang edar matahari dan menetapkan perhitungan  satu tahun yaitu satu kali matahari beredar ketempat semula, yaitu 365,25 hari. Pengetahuan dan ajaran tentang orang Babilonia setengahnya merupakan dugaan, imajinasi, kepercayaan atau mitos pengetahuan semacam ini disebut Pseudo science (sains palsu)
Tokoh-tokoh Yunani dan lainnya yang memberikan sumbangan perubahan pemikiran pada waktu itu adalah :
a.   Anaximander, langit yang kita lihat adalah setengah saja, langit dan isinya beredar mengelilingi bumi ia juga mengajarkan membuat jam dengan tongkat.
b.   Anaximenes, (560-520) mengatakan unsur-unsur pembentukan semua benda adalah air, seperti pendapat Thales. Air merupakan salah satu bentuk benda bila merenggang menjadi api dan bila memadat menjadi tanah.
c.   Herakleitos, (560-470) pengkoreksi pendapat Anaximenes,  justru apilah yang menyebabkan  transmutasi,  tanpa  ada  api  benda-benda  akan  seperti  apa adanya.
d.   Pythagoras (500 SM) mengatakan unsur semua benda adalah empat : yaitu tanah, api, udara dan air. Ia juga mengungkapkan dalil Pythagoras  C2 = A2 + B2, sehubungan dengan alam semesta ia mengatakan bahwa bumi adalah bulat dan seolah-olah benda lain mengitari bumi termasuk matahari.
e.   Demokritos (460-370) bila benda dibagi terus, maka pada suatu saat akan sampai pada bagian terkecil   yang disebut   Atomos atau atom, istilah atom tetap dipakai sampai saat ini namun ada perubahan konsep.
f.   Empedokles   (480-430   SM)   menyempurnakan   pendapat   Pythagoras,   ia memperkenalkan tentang tenaga penyekat atau daya tarik-menarik dan data tolak-menolak. Kedua tenaga ini dapat mempersatukan atau memisahkan unsur-unsur.
g. Plato (427-345) yang mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang sebelumnya, ia mengatakan bahwa keanekaragaman yang tampak ini sebenarnya hanya suatu duplikat saja dari semua yang kekal dan immatrial. Seperti serangga yang beranekaragam itu merupakan duplikat       yang tidak sempurna, yang benar adalah idea serangga.
h. Aristoteles merupakan ahli pikir, ia membuat intisari dari ajaran orang sebelumnya ia membuang ajaran yang tidak masuk akal dan memasukkan pendapatnya sendiri. Ia mengajarkan unsur dasar alam yang disebut Hule. Zat ini tergantung kondisi sehingga dapat berwujud tanah, air, udara atau api. Terjadi  transmutasi  disebabkan  oleh  kondisi,  dingin,  lembah,  panas  dan kering. Dalam kondisi lembab hule akan berwujud sebagai api, sedang dalam kondisi kering ia berwujud tanah. Ia juga mengajarkan bahwa tidak ada ruang yang hampa, jika ruang itu tidak terisi suatu benda maka ruang itu diisi oleh

ether.  Aristoteles  juga  mengajarkan  tentang  klasifikasi  hewan  yang  ada dimuka bumi ini.
i.    Ptolomeus (127-151) SM, mengatakan bahwa bumi adalah pusat tata surya
(geosentris), berbentuk bulat  diam seimbang tanpa tiang penyangga.
j.    Avicenna (ibn-Shina abad 11), merupakan ahli dibidang kedokteran, selain itu ahli lain dari dunia Islam yaitu Al-Biruni  seorang ahli ilmu pengetahuan asli dan komtemporer. Pada abab 9-11 ilmu pengetahuan dan filasafat Yunani banyak                      yang      diterjemahkan          dan               dikembangkan              dalam                           bahasa   Arab. Kebudayaan Arab berkembang menjadi kebudayaan Internasional.



D.  LAHIRNYA ILMU ALAMIAH
Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan           itu                    menjadi            suatu    pengalaman.     Pengalaman    yang    diperoleh terakumulasi  oleh  karena  adanya  kuriositas  manusia.  Pengalaman  merupakan salah satu terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi  berikutnya. Pertambahan pengetahuan  didorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya kedua, dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science)

E.  KRETERIA ILMIAH
Pengetahuan  masuk  kategori Ilmu  Pengetahuan,  bila  kriteria  berikut  dipenuhi yakni : teratur, sistemastis, berobyek, bermetoda dan berlaku secara universal. Contoh: 1. logam yang dipanasi memuai, dimana saja tempatnya sama
2. Grafitasi Bumi.

F.  METODE ILMIAH DAN IMPLEMENTASINYA
Segala  kebenaran  dalam  ilmu  Alamiah  terletak  pada  metode  ilmiah.  Sebagai langkah pemecahan atau prosedur ilmiah dapat  sebagai berikut :
1.    Penginderaan,  merupakan  suatu  aktivitas  melihat,  mendengar,  merasakan, mengecap terhadap suatu objek tertentu.
2.    Masalah  dan  problema,     menemukan  masalah  dengan  kata  lain  adalah dengan mengemukakan pertanyaan apa dan bagaimana.
3.    Hipotesis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan.
4.    Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non ilmu alamiah dapat dipisahkan.
Contoh dalam gejala alam tentang serangga dengan lampu (sinar biru)
5.    Teori, bukti eksperimen merupakan langkah ilmiah berikutnya yaitu teori.
Dengan hasil eksperimen dari beberapa peneliti dan bukti-bukti yang menunjukkan hasil yang dapat dipercaya dan valid walaupun dengan keterbatasan                tertentu.      Maka                   disusun                     teori.          Dengan  teori-teori             yang dikemukakan maka dapat diaplikasikan terhadap kebutuhan manusia seperti pengusiran      serangga  atau             perangkap nyamuk                     (terkait       dengan  teori pencahayaan.


G.  KETERBATASAN ILMU ALAMIAH
Untuk itu perlu dilakukan pengujian sampai dimana berlakunya metode ilmiah dan dimana metode ilmiah tidak berlaku. Untuk itu kita perlu memperhatikan : Pertama, Bidang ilmu Alamiah, yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah metode  ilmiah,  karena  bidang  ilmu  alamiah  adalah  wahana  di  mana  metode ilmiah dapat diterapkan, sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana dimana metode ilmiah tidak dapat terapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan tuhan merupakan  konsep  yang  tidak  bisa  menggunakan  metode  ilmiah  dan  apabila menggunakan konsep ini bisa menyebabkan orang Atheis.
Kedua, tujuan ilmu Alamiah, membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah hanya dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara dengan kata lain untuk kebenaran sementara adalah "Teori". Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi terus mengalami perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat)
Ketiga. Ilmu alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan . Manusia pemakain ilmu alamiahlah yang menilai apakah hasil Ilmu Alamiah baik atau sebaliknya.  Contoh penemuan mesiu atau bom atom.

H.  FILSAFAT ILMU ALAMIAH
Yang menjadi objek I. A adalah semua materi dalam alam semesta ini. I.A. meneliti   sumber   alam   yang   mengaturnya.   Pertanyaan  tentang   siapa   yang mengatur alam ini merupakan pertanyaan filsafat. Untuk itu ada 3 pandangan tentang filsafat ilmu alamiah.
Vitalisme, merupakan suatu doktrin   yang menyatakan adanya   kekuatan diluar alam.  Kekuatan itu melikiki peranan yang esensial mengatur segala sesuatu yang terjadi di Alam semesta ini. (misalnya Tuhan). pendapat ini ditantang oleh beberapa  orang  lain  karena  dalam  ilmu  alamiah  dikatakan  bahwa  segala sesuatunya harus dapat dianalisis secaras eksperimen. Atau harus cocok dengan metode ilmiah.
Mekanisme, penyebab segala gerakan di alam semesta ini dikarenakan hukum alam (misalnya fisika atau kimia). Faham ini menganggap bahwa gejala pada mahluk hidup secara otomatis terjadi hanya berdasar peristiwa fisika –kimia belaka.  Pandangan  ini  menyamakan  gejala  pada  mahluk  hidup  dengan  gejala benda tidak hidup sehingga perbedaan hikiki tidak ada. Dengan begitu dapat menghayutkan manusia ke pandangan materialisme yang selanjutnya kepada Atheisme.
Agnotisme,  untuk  menghindari  pertentangan    vitalisme  dan  mekanisme  maka aliran ini timbul, dimana aliran ini melepaskan atau tidak memperhatikan sisi dari sang pencipta. Mereka yang mengkuti aliran ini, hanya mempelajari gejala-gejala alam saja, aliran ini banyak dianut oleh ilmuwan Barat.
Filsafat Pancasila, paham yang menjembatani    dari 2 aliran yang menyatakan bahwa alam dan hukumnya terjadi karena ciptaan tuhan dan proses selanjutnya menurut filsafat mekanisme (hukum alam). Hukum alam adalah itu adalah sama dengan hukum Tuhan.Dapat dilihat dari kehidupan makhluk hidup dari awal sampai akhir.

I.   BAHASA ILMU ALAMIAH
Adalah  bahasa  kesatuan  yang  utuh  sebagai  bentuk  bahasa  ilmu  alamiah merupakan bahasa universal. Contoh : Air (Indonesia), Water(Inggris) bahasa ilmiahnya H2O

J.   KETERBATASAN INDERA MANUSIA
Berdasarkan  penelitian  terhadap  indera,  manusia  mempunyai  kisaran  (range)
batas yang sangat terbatas
Penglihatan, terutama terhadap cepat atau lambatnya benda bergerak (riak air atau kecepatan cahaya, atau penglihatan kita sewaktu naik kereta api yang disampingnya terdapat pohon.
Pendengaran, manusia mempunyai kemampuan pendengaran dengan kisaran frekuensinya range 30 - 30.000 Hertz
Pengecapan  dan  pembauan,  manusia  selain  mempunyai  kemampuan  tersebut juga mempunyai keterbatasan pembauan dan pengecapan terhadap benda yang ada dialam.
Indra kulit, manusia mampu  membedakan antara panas dan dingin secara kasar, namun manusia               mempunyai                     keterbatasan    sehingga    penginderaan    sering menimbulkan  salah  kesan  dan                                     informasi,  seperti  perpindahan  seseorang  dari ruang panas ke dingin dibanding dengan orang yang berada diruangan yang tidak begitu panas.

K.  PENINGKATAN DAYA PENGINDERAAN
Peningkatan daya indra dapat dilakukan sehingga diperoleh hasil yang tepat dapat dilakukan dengan :
1.   Latihan,  contoh  pengindraan  tentang  bau  dan  bunyi  (kualitas  minuman anggur, teh, alat musik)
2. Peningkatan Kewaspadaan, tingkat kewaspadaan sangat dipengaruhi oleh minat  yang                         menyebabkan  kesimpulan  berbeda,  dapat  dilihat  pendapat beberapa  orang  tentang  satu  etalase  atau  laporan  dari  kecelakaan  dari beberapa orang.
3.    Kalibrasi Instrumen (peneraan adalah membandingkan instrumen dengan standar yang ada.
4.   Pengecekan, merupakan hal yang baik untuk menghindari kekeliruan.
5.   Eksperimen, penginderaan dalam kondisi yang dikontrol dengan eksperimen kita mengetahui faktor-faktor apa saja yang sangat mempengaruhi terhadap suatu perubahan.
6.   Penginderaan  yang  meliputi  analisis  dan  sentesis,  pengamatan  terhadap bagian-bagian atau pengamatan secara keseluruhan.
7.   Instrumen  baru,  bisa  melakukan  pengindraan  baru.  Seperti  lie  detector,
Teleskop, satelit dll.
8.   Pengukuran,  merupakan  ketrampilan  tersendiri  contoh  dalam  pembuatan mesin atau arsitektur.

L.  PEMBAGIAN ILMU PENGETAHUAN
Berdasarkan beberapa argumentasi ilmu pengetahuan dibedakan atas :
a.   Ilmu Pengetahuan Sosial, yakni membahas hubungan antar manusia sebagai makhluk sosial, yang selanjutnya  dibagi atas :
1.   Psikologi, yang mepelajari proses mental dan tingkah laku
2.   Pendidikan, proses latihan yang terarah dan sistematis menuju ke suatu tujuan
3.   Antropologi, mempelajari asal usul dan perkembangan jasmani, sosial, kebudayaan dan tingkah laku sosial
4.   Etnologi, cabang dari studi antropologi yang dilihat dari aspek sistem sosio-ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama keaslian budaya
5.   Sejarah,    pencatatan peristiwa-persitiwa    yang telah terjadi pada suatu bangsa. Negara atau individu
6. Ekonomi, yang berhubungan dengan produksi, tukar menukar barang produksi,    pengolahan   dalam   lingkup   rumah   tangga,   negara   atau perusahaan.
7.   Sosiologi, studi tentang tingkah laku sosial, terutama tentang asal usul organisasi, institusi, perkembangan masyarakat.

b.   Ilmu  Pengetahuan  Alam  ,  yang  membahas  tentang  alam  semesta  dengan semua isinya dan selanjutnya terbagi atas:
1.   Fisika, mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan perubahan yang  bersifat  sementara.  Seperti  :  bunyi  cahaya,  gelombang  magnet, teknik kelistrikan, teknik nuklir
2.   Kimia, mempelajari benda hidup dan tak hidup dari aspek sususan materi dan perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi kimia organik (protein, lemak) dan kimia anorganik (NaCl), hasil dari ilmu ini dapat diciptakan seperti plastik, bahan peledak
3.   Biologi, yang mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya.
¾  Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan
¾  Zoologi ilmu yang mempelajrai tentang hewan
¾  Morfologi ilmu yang mempelajari tentang struktur luar makhluk hidup
¾  Anatomi  suatu  studi  tentang  struktur  dalam    atau  bentuk  dalam mahkhluk hidup
¾  Fisiologi studi tentang fungsi atau faal/organ bagian tubuh  makhluk hidup
¾  Sitologi ilmu yang mempelajari tentang sel secara mendalam
¾  Histologi studi tentang jaringan tubuh atau organ makhluk hidup yang merupakan serentetan sel sejenis
¾  Palaentologi studi tentang makhluk hidup masa lalu

c.   Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
Studi tentang bumi sebagai salah satu anggota tatasurya, dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya.
1.   Geologi,  yang  membahas  tentang  struktur  bumi.  (yang  bahasannya meliputi dari ilmu kimia dan fisika) contoh dari ilmu ini  petrologi (batu- batuan), vukanologi (gempa bumi), mineralogi (bahan-bahan mineral)

2.   Astronomi, membahas benda-benda ruang angkasa dalam alam semesta yang meliputi bintang, planet, satelit da lain-lainnya. Manfaatnya dapat digunakan dalam navigasi, kalendar dan waktu.

1 komentar:

  1. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
    1) Metode ilmiah dikatakan sebagai ciri IPA karena merupakan tahapan yang penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam, bersifat kontinu, serta menciptakan ilmu pengetahuan baru yang terus berkembang sesuai perkembangan zaman yang bertujuan untuk mencari kebenaran yang relatif dari suatu hal.
    2) Langkah-langkah operasional metode ilmiah adalah perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis, penarikan kesimpulan.
    3) Perbedaan penerapan metode ilmiah dalam IPA klasik dan IPA modern adalah dalam IPA klasik dimulai dari eksperimen yang menghasilkan teori, sedangkan IPA modern diawali dengan pengkajian teori yang dilanjutkan dengan suatu eksperimen.
    3.2 Saran
    Dari pemaparan di atas, dapat diberikan saran sebagai berikut:
    1) Kepada pemerintah dan institusi, hendaknya memberikan materi mengenai penerapan metode ilmiah sehingga pelajar Indonesia tidak sebatas tahu mengenai metode ilmiah, melainkan belajar untuk mengaplikasikan ilmu melalui metode ilmiah. Hal ini tentu akan merangsang tumbuhnya pencipta pengetahuan.
    2) Kepada pelajar, sebagai generasi muda, sebaiknya dapat mengaplikasikan metode ilmiah ini dalam bentuk yang nyata atau melakukan learning to do. Dengan demikian, pengetahuan teori yang telah didapatkan selama proses pembelajaran dapat menghasilkan pengetahuan yang lebih luas.
    3) Kepada masyarakat, alangkah baiknya apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk menjawab rasa keingintahuannya melalui aplikasi metode ilmiah. Di samping itu, masyarakat juga dapat memberikan dukungan terhadap aplikasi metode ilmiah pada kehidupan dengan cara mewadahi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penelitian dan mengadakan lebih banyak ajang yang berkaitan dengan hal ini agar lebih merangsang timbulnya pencipta-pencipta pengetahuan.

    BalasHapus